Bagikan artikel ini:

Pelajaran matematika sering menjadi momok bagi anak. Hal ini terjadi karena mereka merasa kesulitan memecahkan soal-soal matematika yang mereka hadapi di sekolah. Padahal, jika rumusnya diterapkan dengan baik, soal matematika sesulit apa pun pasti bisa diselesaikan. Supaya anak tidak terus-menerus mengeluh karena harus menghadapi hari yang berat akibat pelajaran matematika, orang tua perlu menolong anak dengan bagaimana cara menghafal rumus matematika. Berikut beberapa strategi sederhana yang bisa diterapkan.

Pahami Dasarnya
Sesungguhnya, matematika adalah pelajaran yang berhubungan dengan logika. Artinya, dengan memahami setiap soal dengan teliti, kita bisa memecahkannya dengan mudah. Jawaban atas setiap pertanyaan pun bersifat pasti. Itulah sebabnya matematika disebut sebagai ilmu pasti. Nah, untuk memecahkan soal-soal matematika tersebut, biasanya ada rumus yang telah ditetapkan. Dengan bantuan rumus, soal matematika serumit apa pun pasti bisa diselesaikan.
Menghafal rumus matematika adalah salah satu strategi yang tepat supaya anak bisa menyelesaikan soal-soal tersebut dengan baik. Namun, supaya lebih maksimal menghafal rumus, sebaiknya anak memahami terlebih dahulu dasar logika yang digunakan. Misalnya, jika a ditambah b adalah c, maka jika c dikurangi a adalah b, demikian pula jika c dikurangi b adalah a.
Dengan memahami rumus matematika yang bersifat logis ini, anak diharapkan akan lebih mudah menghafalnya. Meskipun soal-soal tersebut dijabarkan dengan kalimat yang rumit, asal anak telah memahami rumusnya, tentu akan sangat mudah menyelesaikannya.

Strategi Menempel Rumus Matematika
Anak-anak identik dengan aktivitas yang bersifat menyenangkan. Supaya bisa menghafal rumus matematika dengan baik, terapkan strategi menempel. Belilah kertas berwarna-warni yang menarik dan indah dipandang. Lalu, ajaklah anak menulis rumus-rumus matematika di kertas-kertas tersebut. Setelah itu, tempelkan kertas-kertas berisi rumus itu di tempat-tempat yang mudah terlihat, misalnya di pintu kamar, di cermin, di pintu kulkas, dan sebagainya. Tempelkan juga kertas berisi rumus tersebut di meja belajar, di dekat tempat tidur, atau di mana saja anak menginginkannya. Tujuannya supaya anak semakin sering melihat dan membaca sehingga rumus tersebut terpatri dengan mudah di benaknya. Jika setiap hari anak dihadapkan pada kertas-kertas berisi rumus tersebut, niscaya ia akan segera mengingatnya tanpa disadari dan belajar matematika pun menjadi menyenangkan.

Jadikan Lagu
Salah satu cara untuk mengingat sesuatu adalah menjadikannya sebagai lagu atau menyanyikannya. Alunan nada pada sebuah lagu cenderung membantu seseorang mengingat sesuatu. Misalnya nyanyian, “Satu ditambah satu sama dengan dua….” Nah, tugas orang tua adalah menolong anak melagukan rumus tersebut dengan nada yang menarik dan enak didengar. Jika lagu berisi rumus tersebut terus diulang, anak pun akan semakin mudah menghafal rumus matematika. Hasilnya? Anak bisa menerapkan rumus tersebut untuk menyelesaikan soal-soal matematika di sekolah.

Terus Berlatih
Menghafal rumus tanpa rajin melatihnya adalah hal yang sia-sia. Seperti kita ketahui, pertanyaan matematika muncul dalam berbagai variasi. Kadang-kadang, pertanyaan bersifat menjebak sehingga kita harus mencernanya dengan teliti. Karena itu, menghafal rumus saja belum cukup. Namun, ingatlah pepatah ini, “Alah bisa karena biasa.” Artinya, dengan rajin berlatih, kita pasti bisa memahami pertanyaan serumit apa pun.
Melatih diri untuk menyelesaikan soal-soal menggunakan rumus matematika tentu akan membuat kita lebih mudah menghafal rumus tersebut. Mengapa demikian? Tidak lain adalah karena kita langsung mengaplikasikannya untuk menyelesaikan sebuah pertanyaan. Sebaliknya, jika tidak pernah atau jarang berlatih, kita pun semakin sulit menghafal rumus matematika tersebut.

Nah, tidak sulit bukan menghafal rumus matematika?

Sumber: educenter.id