Bagikan artikel ini:

Pada awalnya, Drone sebenarnya disiapkan sebagai perangkat pengintai. Namun seiring perkembangan jaman, Drone kini bisa digunakan untuk hal lainnya.

Seperti dilansir dari The Guardian, Kamis (4/1/2017), drone kini digunakan untuk kegiatan medis. Setidaknya melalui kerjamasama Kementerian Kesehatan Rwanda, drone karya startup Zipline telah berhasil mengirimkan lebih dari 5.500 unit darah bagi pekerja di area terpencil yang sulit dijangkau kendaraan biasa.

Pengiriman melalui drone sendiri dianggap lebih ringkas dan tepat. Pasalnya pasokan yang ada memang masih dalam keadaan baik, bukan pasokan yang dikirim dari jauh hari sehingga telah rusak saat akan digunakan.

Sebelumnya untuk mengirimkan darah, mereka membutuhkan waktu selama empat jam, sedangkan dengan layanan ini menjadi hanya 45 menit. Saat mencapai lokasi tujuan, drone akan menurunkan pasokan saat masih mengudara dengan menggunakan parasut, kemudian kembali ke basisnya.

Layanan ini setidaknya sudah bekerja sama dengan 12 rumah sakit, seluruhnya dapat dijangkau oleh jaringan drone yang berbasis di negara di wilayah timur. Secara total, rumah sakit menyediakan perawatan dan obat untuk lebih dari lima juta jiwa.

Sumber: sindonews.com