Bagikan artikel ini:

NASA siap memulai misi Transiting Exoplanet Survey Satellite untuk mencari planet yang mengorbit bintang paling terang. Misi ini diperkirakan akan memantau setidaknya 200.000 bintang untuk tanda-tanda adanya exoplanet.

Dilansir dari Space, Minggu (18/3/2018), Massachusetts Institute of Technology mengatakan misi ini akan mencari 50 planet yang seukuran dengan bumi.

George Ricker yang merupakan penyidik utama dari TESS mengatakan dalam sebuah artikel bahwa TESS diperkirakan akan menemukan lebih dari seribu planet lebih kecil dari Neptunus.

Warisan dari Nantinya TESS akan menjadi katalog bintang terdekat dan paling terang yang transit di planet-planet dan akan bertahan sebagai target menguntungkan untuk penyelidikan. Sementara data yang didapat akan rilis dalam empat bulan sekali agar masyarakat luas dapat mempelajari planet baru.

Menurut NASA, TESS menempati orbit yang sebelumnya belum pernah digunakan di atas Bumi. TESS akan mengorbit Bumi setiap 13,7 hari dengan titik terdekat dengan Bumi sekira tiga kali jarak orbit geosynchronous, yang merupakan tempat sebagian besar satelit komunikasi beroperasi.

Layaknya Kepler, TESS akan melihat variasi dari kecerahan bintang. Jika planet extrasurya melintas di depan bintang, maka nantinya akan menghalangi sebagian cahaya dan mengurangi kecerahan. Dengan misi ini maka diharapkan dapat mengumpulkan ribuan kandidat exoplanet, termasuk planet seukuran Bumi, karena akan membantu para astronom lebih memahami struktur tata surya di luar Bumi.

Sumber: sindonews.com