Bagikan artikel ini:

Tren hibrid tidak semata menjalar di roda empat, industri pesawat terbang kini mulai mencoba menghadirkan hibrid sebagai jawaban atas produk yang lebih ramah lingkungan.

Para ilmuwan dari Universitas Cambridge yang berafiliasi dengan Boeing, berhasil menciptakan pesawat hibrid pertama di dunia. Mirip teknologi yang dipakai di mobil hibrid jaman sekarang.

Pesawat tunggal ini menggunakan mesin pembakaran konvensional dan motor listrik. Pesawat yang belum mempunyai nama ini merupakan pesawat pertama yang mampu mengisi ulang baterai saat terbang.

Dilansir dari BBC, Kamis (25/12/2014), tenaga untuk terbang dipasok dua jantung yakni mesin bensin 4-tak dan motor listrik yang disuplai 16 sel lithium-polymer besar. Saat tes uji terbang perdana sejauh 1.500 meter di atas Northamptonshire, Inggris. Mesin tersebut mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 30% dibanding mesin sama tanpa motor listik.

Kepala Proyek dari Departemen Teknik Universitas Cambrige Dr Paul Robertson mengatakan, selama ini industri pesawat terbang terhalang teknologi hibrid lantaran membutuhkan baterai yang besar. Sebab makin besar maka akan baterai juga semakin berat, hal ini akan mempengaruhi daya angkat pesawat. Dengan demikian maka dikhawatirkan tingkat konsumsi bahan bakar setara atau justru lebih boros.

“Tetapi dengan munculnya perbaikan baterai polimer lithium, mirip dengan apa yang Anda akan menemukan di komputer laptop, pesawat hibrid meskipun dalam skala kecil kini mulai menjadi layak,” katanya.

16 baterai yang menjadi tulang pungung suplai daya ke motor listrik ditempatkan di sayap pesawat. Mesin Honda digunakan sebagai pembangkit listrik utama dan modul elektronik.

Ketika pesawat membutuhkan daya maksimum seperti saat take off, mesin listrik dan bensin bekerja sama. Tetapi ketika pesawat sedang terbang biasa, daya yang dihasilkan mesin listrik akan disimpan kedalam baterai.

Sumber: sindonews.com