Bagikan artikel ini:

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) jurusan teknik kimia membuat terobosan baru. Kelompok mahasiswa bernama Chem E Car atau Chemical Engineering Car (klub peminatan di Departemen Teknik Kimia UI) ini menggunakan reaksi kimia sebagai power source pada prototype mobil.

Chem E Car UI Club pada kompetisi Chem E Car ITS atau Chernival 2013 meraih peringkat ke-5, yang menggunakan aluminium dan oksigen dari udara (Air) sebagai sumber tenaga.

Tahun ini, Chem E Car UI Club akan kembali mengikuti kompetisi Chem E Car. Ketua Chem E Car UI Club 2014/2015, Andreas mengatakan, dua tim berhasil lolos seleksi abstrak, yaitu tim Rhino dan Nayaka. Tim Rhino merupakan tim electric car yang menggunakan hidrogen peroksida dan Cu serta Mg sebagai elektrodanya untuk menghasilkan listrik.

Sementara, tim Nayaka merupakan pressure car yang menggunakan tekanan yang dihasilkan dari gas. Gas O2 yang dihasilkan dari reaksi hidrogen peroksida dan Kalium Permanganat akan menekan vessel dan menghasilkan pressure.

Rencana Chem-E-Car UI, kata Andreas, ingin mengembangkan mobil dengan mekanisme stopping menggunakan iodine clock atau sensor cahaya. Selain itu, Chem-E-Car akan melakukan kerja sama dengan beberapa departemen lain FTUI, seperti teknik mesin dan teknik elektro untuk mengembangkan klub ini.

Sumber: sindonews.com