Bagikan artikel ini:

Smartphone menimbulkan efek radiasi bagi lingkungan sekitar, terutama para pengguna. Namun studi Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyanggah pendapat tersebut.

Pemerintah AS melakukan studi yang dilakukan oleh National Toxicology Program (NTP). Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa radiasi ponsel kemungkinan besar tidak akan membawa penggunanya ke area kematian. Namun untuk amannya, dilansir dari laman Phone Arena, Senin (12/3/2018), pengguna harus bijaksana dalam penggunaan ponsel dan tetap melakukan tindakan pencegahan tertentu.

Penelitian ini menggunakan tikus yang terpapar radiasi frekuensi radio (RFR). Seperti tipe yang dipancarkan dari ponsel dan oven microwave. “Jika ada risiko, itu kecil,” kata ilmuwan senior NTP Dr John Bucher.

Tikus yang terpapar RFR berada dalam kesehatan yang sama dengan mereka yang tidak terpapar. Beberapa di antara yang terkena radiasi akhirnya hidup lebih lama.

Dr Bucher masih menunjukkan bahwa pengguna ponsel mengurangi eksposur dengan tidak membuat handset langsung berada di telinga penggunanya. Dia mengatakan, penelitian itu menunjukkan secara dramatis bahwa jarak ponsel dengan kepala mengurangi paparan radiasi.

Studi juga menyarankan agar handset ditempatkan agak jauh saat pengguna berbaring tidur. Bucher menambahkan, masih ada kasus yang harus diteliti agar manusia tidak sakit oleh radiasi ponsel di bawah “kondisi pencahayaan tinggi”.

“Saat ini tidak ada bukti yang konsisten bahwa radiasi non-pengion meningkatkan risiko kanker… Penggunaan teknologi hands-free, seperti headset kabel dan nirkabel dapat mengurangi paparan frekuensi radio ke kepala dan otak,” demikian kesimpulan dari Institut Kanker Nasional AS.

Teknologi ponsel diawasi di AS oleh SEC dan FDA. Berbicara tentang FDA, agensi tersebut meninjau kembali penelitian tersebut dan menyatakan, batas keamanan saat ini untuk ponsel dapat diterima untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Sumber: sindonews.com